"MysteryThings" - Ada sebuah kasus yang menggemparkan dimana ada seorang wanita yang dijuluki "Racun Dunia". Bukan karena kata-katanya atau sifatnya, tapi kondisi badan atau fisiknya yang beracun. Si Wanita itu bernama Gloria Ramirez.
Gloria Ramirez saat itu datang ke sebuah IGD di sebuah rumah sakit. Ketika Gloria datang ke IGD, disambut oleh Dokter dan perawat yang sedang bertugas pada saat itu. Begitu dokter dan juga perawat mulai memeriksa Gloria yang lagi ada di IGD, mereka semua itu kaget dengan racun yang ada di tubuhnya Gloria. Saking anehnya racun ini, ada beberapa suster yang mendadak pingsan. Lebih anehnya lagi adalah, ketika dilakukan berbagai macam pemeriksaan, dokter yang disana dan juga para komite Rumah Sakit itu tidak ada yang bisa mengetahui sekiranya Racun apa dan juga penyebab pasti dari Racun ini.
==========================================================================
Pada tanggal 19 Februari tahun 1994 sekitar pukul 08:15 malam, Gloria Ramirez tiba di Riverside General Hospital. Dia datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan kondisi menderita stadium akhir kanker serviks. Pada saat masuk Instalasi Gawat Darurat atau IGD, detak jantung dan pernapasan Gloria terlihat tidak normal. Tubuh Gloria ditemukan sedikit berminyak dengan bau mulut yang aneh seperti bawang putih.
Perawat yang bernama Susan Kane mencoba mengambil sampel darah Gloria Ramirez untuk pemeriksaan. Susan kemudian menyadari kalau darah milik Gloria memiliki seperti bau kimia yang sangat menyengat. Petugas medis yang bernama Julie Gorchynski menemukan keanehan dari darah yang diambil dari tubuh Gloria.
Julie menemukan partikel berwarna Manila dari darah di dalam suntikan. Namun sayangnya, tidak lama kemudian, perawat Susan merasakan pusing yang sangat hebat dan akhirnya Jatuh Pingsan.
Julie merasakan gejala aneh seperti pusing, gemetar, dan tidak bisa bernafas dalam beberapa detik sehingga menyebabkan dia jatuh pingsan. Marine watch, terapis pernapasan di IGD itu juga nggak lama pingsan setelah memeriksa Gloria. Beberapa staf lain juga merasakan gejala aneh selama berada di satu ruangan dengan Gloria.
Melihat hal ini, beberapa dokter, perawat dan juga staf medis berinisiatif membawa pasien yang dirawat di Bangsal dimana itu dekat dengan tempat Gloria dirawat, untuk dievakuasi ke ruangan lain. Hal ini mereka lakukan agar pasien lainnya tidak mengalami efek yang sama.
Pihak rumah sakitpun mengutus beberapa dokter dan juga perawat untuk memeriksa Gloria dengan hati-hati. Namun, pada pukul 08:50 malam, Gloria Ramirez dinyatakan meninggal dunia.
Dari malam yang aneh itu, sebanyak 23 dari 37 petugas mengalami dampak aneh selama menangani Gloria Ramirez. Lima petugas diantaranya harus mengalami perawatan intensif semalaman.
Sekitar pukul sebelas malam, tim khusus yang menangani bahan berbahaya datang ke Riverside Hospital. Mereka berpakaian lengkap dengan menggunakan pakaian Hazmat dan peralatan khusus. Tim ini ditugaskan untuk mencari bahan kimia atau sesuatu yang sekiranya menyebabkan keanehan ini. Tapi sayangnya, tidak ada satupun hal aneh yang ditemukan yang sekiranya menjadi penyebab banyak petugas medis pingsan atau juga dirawat.
=========================================================================
Pada akhirnya Gloria Ramirez itu tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal. Walaupun Begitu, pihak rumah sakit dan juga dokter-dokter petugas medis yang terlibat menangani kasus ini harus mencari tahu sekaligus mencari kepastian mengenai penyebab kematiannya Gloria. Oleh karena itu dilakukanlah autopsi terhadap Gloria.
=========================================================================
Tindakan autopsi tersebut dilakukan sekiranya ada tiga kali autopsi yang dilakukan. Tiga otopsi ini dilakukan di waktu enam hari setelah kejadian, enam minggu kemudian dan sebelum pemakaman Gloria.
Pada tanggal 25 Februari tahun 1994, Riverside County Coroner's Office melakukan otopsi pertama terhadap jenazah Gloria Ramirez. Tim ini melakukan autopsi diruangan yang sangat khusus untuk mencegah penyebaran terjadi. Mereka mengambil banyak sampel dari jenazah Gloria untuk diteliti lebih lanjut. Dari hasil tersebut tidak menyebutkan adanya hal aneh dari tubuh Gloria yang menyebabkan kejadian aneh.
==========================================================================
Pada 25 Maret tahun 1994, dilakukan kembali autopsi yang lebih mendetail kepada jenazah Gloria Ramirez. Tim menyimpulkan adanya Tylenol, lidokain, kodein dan Tigan di jenazah Gloria.
Tylenol, lidokain dan kodein adalah obat yang mengurangi demam dan gejala nyeri ringan
Tigan adalah obat anti mual yang terurai menjadi Amina. Amina ini yang kemudian berkaitan dengan senyawa amonia Hal ini menyebabkan adanya bau amonia yang sangat menyengat yang tercium dari dalam sampel darahnya Gloria
laporan toksikologi juga menyebutkan adanya kandungan dimethyl sulfon dalam darah dan jaringan tubuh Gloria.
dimethyl sulfon dibuat secara alami dalam tubuh untuk memecah zat tertentu. Akan tetapi, ada banyak sekali kandungan dimethyl sulfon dalam tubuh Gloria sampai tercatat ada jumlah tiga kali lipat lebih banyak dari kapasitas normal. Pada akhirnya Gloria Ramirez kemudian dimakamkan pada 20 April tahun 1994 di Riverside California
Pada konferensi pers 29 April tahun 1994, Riverside County Coroner's Office mengumumkan penyebab kematian dari hasil otopsi. Gloria meninggal karena disritmia jantung yang dipicu oleh gagal ginjal yang berasal dari kanker serviks nya .
Gloria itu meninggal dikarenakan efek beruntun dari kanker serviks nya. Walaupun sudah ada laporan dan juga kesimpulan yang resmi, Adik Gloria yang bernama Megi Ramirez itu merasa ragu terhadap hasil otopsi ini. Dia merasa tidak percaya dikarenakan Otopsi yang sangat lama namun kesimpulan dari otopsi tersebut hanya karena disritmia Jantung.
==========================================================================
Pihak keluarga Gloria Ramirez itu juga meragukan pernyataan resmi dari pihak berwenang ini. Pihak keluarga bahkan mengeluh adanya beberapa malpraktek dan juga keanehan yang terjadi pada Gloria ketika dirawat di IGD. Beberapa keanehan adalah organ tubuh Gloria yang dikabarkan menghilang, lubang jarum suntik yang tadinya ada namun tiba-tiba menghilang. Selain penyebab kematian Gloria yang masih misterius, ada lagi satu misteri yang belum terjawab sampai sekarang yaitu penyebab dari dokter dan juga perawat yang mendadak pingsan ketika memeriksa dan Hal itu menjadi sebuah misteri Sampai sekarang.
Akhirnya seluruh peristiwa ini menjadikannya Gloria dijuluki sebagai "TOXIC LADY" oleh media.
==========================================================================
Tim dari California yaitu Department of health and human Services mewawancarai 34 tugas medis yang ada di IGD. Tiim tersebut terdiri dari dua penyidik hebat yang bernama Dr. Ana Maria Osoriao dan Kirsten Waller. Kesimpulan dari wawancara itu adalah semua petugas mengalami Histeria massal.
Histeria massal ini terjadi ketika banyak orang yang mengalami gejala-gejala histeris yang serupa. Menurut penyidik, Hal inilah yang dialami oleh petugas medis.Mereka semua mulai mendadak pusing, muntah dan jatuh pingsan secara bersamaan.
Tim penyidik kemudian menyebutkan kemungkinan pemicunya adalah bau aneh dari tubuh Gloria ramzes. Dilansir dari discovermagazine.com, tim ini juga menemukan faktor lain yang berhubungan dengan gejala-gejala tersebut. Survei menemukan kalau petugas yang terpapar itu lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Lalu, petugas yang tidak makan malam atau perutnya kosong itu terpapar lebih banyak dibandingkan petugas yang perutnya kenyang. Akan tetapi, petugas IGD menolak kalau Kejadian ini hanya karena bau aneh atau perut kosong. Ada kemungkinan penyebab lain yang menyebabkan sebanyak 23 perawat tumbang saat menangani Gloria, hanya saja tidak ada yang tahu penyebabnya apa, bahkan sampai sekarang.
Ada satu teori menyebutkan bahwa ini berkaitan dengan insiden di Riverside Hospital. Tercatat ada dua orang petugas medis yang terpapar gas beracun di tahun 1991. Kemudian, di tahun 1993, sebuah gas di saluran pembuangan ditemukan di ruangan IGD di rumah sakit sehingga banyak yang beranggapan bahwasanya adanya gas beracun yang bocor di rumah sakit tersebut. Oleh karena itu, para petugas medis yang menangani Gloria Ramirez mengalami keracunan yang hebat namun sayangnya, teori ini tidak memiliki banyak bukti pendukung.
==========================================================================
Setelah itu, muncul kembali teori lain yang dimana teori muncul dari hasil temuan Dr Patrick M.Grant, salah satu peneliti Ahli Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) Forensic Science Center. Dia menemukan adanya bentuk perubahan kimia dari Dymethil Sulfon (Kandungan Kimia yang ditemukan di Tubuh Gloria Ramirez). Beberapa orang berteori bahwa Gloria Sengaja mengoleskan Gel anti Inflamasi yang bernama "DMSO GELL". Kemungkinan Gloria mnegoleskan Gel ini untuk mengatasi nyeri karena Kanker Serviks yang dia derita.
DMSO Gell ini merupakan obat yang cukup populer di tahun 60an untuk menghilangkan rasa sakit dan juga kecemasan. Akan tetapi, karena penelitian lanjut menunjukkan bahwa DMSO Gell ini cukup berbahaya. Oleh karena itu, obat tersebut jarang digunakan untuk kebutuhan pereda nyeri.
Gloria Sempat diberikan bantuan oksigen karena pernapasannya saat itu terganggu. Dr Patrick Grant melakukan beberapa percobaan karena ingin membuktikan teori yang dia pikirkan bahwasanya apa yang terjadi jika Dymethil Sulfon terkena Oksigen (O2).
Dari hasil penelitian itu, ternyata Dymethil Sulfon dapat berubah menjadi Dymethil Sulfat. Senyawa ini kemudian menjadi wujud kristal putih yang mirip dengan partikel darah yang ada di darah Gloria.
Dymethil Sulfat yang berwujud gas tersebut, uap nya sangat berbahaya bagi manusia karena senyawa ini dapat merusak jantung. hati, ginjal, bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan. Ada kurang lebih sekitar 19 Gejala yang cocok dari pernyataan petugas medis dengan dampak terpapar uap Dymethil Sulfat. Oleh karena itu, Petugas medis dianggap sebagai keracunan massal karena Dymethil Sulfat. Teori ini diperkuat dengan tekstur DMSO Gell yang berminyak dan berbau bawang putih sama persis seperti saat pertama kali ditemukan pada tubuh Gloria di IGD. Namun sayangnya, tidak ada tes atau pembuktian lebih dari teori ini. (END)



.jpg)


.jpg)



.jpg)






